Liputan6.com, Palangkaraya - Hingga saat ini minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Orang-orang lebih cenderung melihat atau menonton ketimbang membaca.

Sejumlah faktor menjadi sebab kenapa tingkat minat membaca masyarakat Indonesia tergolong rendah. Salah satunya budaya masyarakat Indonesia yang didominasi budaya lisan atau verbal.

Masalah minat baca yang rendah juga dijumpai di Kalimantan Tengah. Untuk itu pemerintah setempat berusaha keras meningkatkan budaya baca warganya. 

Asisten Bidang Pemerintahan Pemprov Kalimantan Tengah, Yuel Tanggara, mengatakan  masalah yang dihadapi Kalteng dalam menumbuhkan minat baca, antara lain karena masih terbatasnya jumlah dan jenis perpustakaan serta masih kurangnya koleksi digital.

"Karena itu kami melakukan sejumlah terobosan baru untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kalteng," ujar Yuel saat acara 'Safari Gemar Membaca Kalteng', di Palangkaraya, Kalteng, Senin (15/5/2017).

Kepala Biro Hukum dan Kebijakan Perpustakaan Nasional, Joko Santoso, menjelaskan masih rendahnya minat baca ini bisa dilihat berdasarkan peringkat literasi yang dilakukan oleh sebuah universitas di Amerika. Hasilnya menunjukkan tingkat literasi Indonesia berada di posisi 60 dari 61 negara yang disurvei.

 

he