Rakyatbicara.com, MEDAN- Kurangnya minat baca buku di masyarakat menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya di era digital saat ini, peran teknologi informasi secara tidak langsung menggerus peran keilmuan yang selama ini berasal dari buku.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Sumatera Utara (Sumut) Ferlin H Nainggolan mengatakan saat ini pihaknya tengah memprogramkan kerjasama dengan sejumlah instansi seperti kepolisian dan rumah tahanan serta lainnya. Hal ini dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat.

“Kita sudah meninjau tempat seperti di kantor Polisi dan Rumah Tahanan (Rutan). Bagaimana memungkinkan bisa dibuat perpustakaan di masing-masing kantor seperti itu,” ujar Ferlin didampingi para Kabid, di ruang kerjanya, Selasa (24/1).

Menurutnya, dengan keberadaan perpustakaan, kegiatan di kantor-kantor tersebut bisa diisi dengan membaca buku. Apalagi saat ini diakui Ferlin, minat membaca buku tidak begitu antusias karena penggunaan media internet yang semakin tinggi, sehingga banyak yang mengabaikan keberadaan buku sebagai sumber bacaan.

“Harus diakui jika saat ini penggunaan internet sangat tinggi. Tetapi sumber bacaan utama tetap buku. Referensinya tetap buku, sebab catatan yang ada di internet juga kan dari buku,” katanya.

Untuk program tersebut, pihaknya telah melaksanakan kerjasama dengan Polsek Deli Tua untuk mengisi koleksi buku bacaan dengan jumlah sekitar 400-an eksemplar. Sedangkan untuk fasilitas atau tempat disediakan instansi bersangkutan.

“Kita akan sediakan fasilitas seperti komputer, rak, kursi, meja dan buku-bukunya. Untuk tempat merek yang sediakan,” jelasnya.

Ferlin juga menjelaskan bahwa kemajuan suatu bangsa juga dapat dilihat dari minat membaca masyarakatnya. Hanya saja, masih banyak masyarakat yang mengukurnya dengan pembangunan secara fisik. Padahal, membangun karakter sebagaimana digaungkan Gubernur Sumut HT Erry Nuradi untuk dunia pendidikan, harus didukung dengan kecerdasan anak didik yang memiliki minat baca tinggi. (rb01)